
- Apakah Anda sering berprasangka negatif kepada orang lain? Jika ya, maka ubahlah sikap anda. Gantilah dengan prasangka-prasangka yang baik.
- Apakah Anda terpengaruh oleh prinsip-prinsip yang ada di lingkungan Anda? Hati-hati, kadang prinsip tersebut menyesatkan. Ingatlah, hanya prinsip yang berpedoman kepada Allah SWT sajalah yang patut dipegang.
- Periksalah pikiran Anda, apakah masih ada pengalaman-pengalaman yang mempengaruhi cara pandang Anda? Lupakanlah, mulailah dengan "zero mind" (kembali fitrah).
- Dalam pengambilan keputusan, apakah Anda terpengaruh oleh "vested interest" Anda? Dengarlah suara hati, berpikirlah melingkar (berpikir dengan mempertimbangkan berbagai aspek). Bijaksanalah. Tentukan prioritas, lalu sesuaikan dengan visi Anda.
- Jika melihat suatu permasalahan, lihatlah dari seluruh sisi sudut pandang. Jangan hanya dari satu sisi saja, namun berpikir melingkarlah.
- jangan membandingkan suatu hal lewat persepsi pikiran Anda sendiri. Cobalah keluar dari persepsi diri Anda itu. Lihatlah diri kita dari luar.
- Apabila Anda membaca literatur-literatur, ambillah sisi positifnya. Cobalah bandingkan dengan suara hati Anda. Jika sesuai, maka itulah yang disebut anggukan universal (kebenaran akan ketetapan Allah).
- Latihlah suara hati yang mendorong Anda berpikir jernih, lakukanlah dengan "repetitive magic power" (dzikir Asmaul Husna) dan ucapkanlah Subhanallah, sambil mengingat kesucian sifat Allah.
Latihlah kecerdasan spiritual yang telah Anda miliki dnegan mengenali dan menggunakannya. Mulailah dari hal yang kecil darikebiasaan sehari-hari. Contoh sederhana :
- Mungkin selama ini,setelah mandi, Anda gantungkan handuk dengan sembarangan, suara hati Anda akan bicara: "Rapikan dengan sempurna !" Ikutilah, itu adalah suara hati Sang Maha Teratur, Al Baari' (Sang Maha Menata Keteraturan).
- Saat membuang karcis tol, mungkin Anda membuang dengan seenaknya, tetapi ada suara hati yang berbicara : "Jagalah kebersihan!" Ikutilah, itu adalah suara hati Sang Maha Bersih, Al Hafiidz (Yang Maha Menjaga).
- Mungkin selama ini Anda sering berbohong, suara hati akan bicara, suara hati akan bicara: "Jujurlah!" Itu adalah suara Sang Maha Benar, Al Mu'izz (Yang Maha Membeningkan) dan Al Haqq (Yang Maha Benar).
- Mungkin Anda memberikan sumbangan kepada orang yang tidak punya. Kemudian Anda merasa riya dan sombong. Tiba-tiba ada suara yang samar-samar berbicara: "Jangan mencari pujian!" Ingatlah, itu suara hati "hati-hati", Al Raaqiib (Sang Maha Pembaca Rahasia).
- Anda baru saja membeli mobil baru, ada suara hati berbisik: "Jangan sombong!" Ingatlah, itu suara hati Sang Maha Kaya, Al Ghaniy (Sang Maha Kaya).
- Anda sedang putus asa, tiba-tiba ada suara hati yang menyemangati: “Teruslah berusaha!” itu adalah suara hati Sang Maha Besar, Al Matiin (Yang Maha Menggenggam Kekuatan).
- Anda sedang berusaha menciptakan produk baru, ada suara hati yang berseru: “Berkreasilah!” itu adalah suara hati Sang Maha Pencipta dan Al Haadii (Sang Maha Penguak Hidayah).
- Anda melihat orang miskin yang sedang kelaparan, ada suara berbisik: “Bantulah!” itu adalah suara hati Sang Maha Penolong dan Ar Rahman (Sang Maha Pengasih).
- Anda sedang malas dan tidak disiplin, ada suara hati yang lantang bertukas: “Disiplinlah!” itu adalah suara hati Sang Maha Teratur, Al Wakiil (Sang Maha Pemanggul Amanat).
- Anda memiliki tujuan kecil, ada suara yang berkata: “Berpikirlah besar dan bercita-citalah tinggi!” itu adalah suara Sang Maha Besar, Ar Rasyid (Sang Maha Penabur Petunjuk).
- Anda baru saja mendapat rezeki. Tiba-tiba ada suara halus yang berkata: “Ingatlah kepada orang lain!” Hati-hati, itu adalah suar hati Ar Razzaq (Sang Maha Penabur Rezeki) dan Al Wahhab (Sang Maha Penganugerah).
Selain itu, suara hati untuk adil dan bijaksana pun harus pula didengar.
-
Lakukan istighfar setiap hari memeriksa kesalahan diri (evaluasi diri).
-
Berdoalah dengan khusyuk. Ketika membersihkan wajah, basuhlah mata dan wajah dari pandangan-pandangan hina kemunafikan. Ketika membasuh tangan dan kaki, bersihkan diri dari dosa yang dilakukan oleh tangan dan kaki kita.
Pergilah haji dan lontarlah 7 belenggu jumrah di hati Anda.
”Sungguh, untuk neraka Jahanam Kami ciptakan kebanyakan jin dan manusia. Mereka mempunyai hati yang tiada dipergunakannya untuk mengerti. Mereka mempunyai mata yang tiada dipergunakannya untuk melihat. Dan mereka mempunyai telinga yang tiada dipergunakannya untuk mendengar. Mereka seperti binatang, bahkan mereka lebih sesat lagi. Merekalah orang-orang yang lali.” QS Al A’raaf (Tempat Yang Tinggi) 7:179

Tidak ada komentar:
Posting Komentar