Minggu, Desember 14, 2008

Bulan Terbelah


Telah Dekat Qiamat; Bulan Telah Terbelah
Allah berfirman: "Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah (Q.S. Al-Qamar: 1)" Apakah kalian akan membenarkan kisah yang dari ayat Al-Qur'an ini menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris ??Di bawah ini adalah kisahnya:
Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah ?

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut:
Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur'an. Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, "Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi [Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah] mengandung mukjizat secara ilmiah ? Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjagkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur'an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta'alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu.

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, "Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok)?" Rasulullah bertanya, "Apa yang kalian inginkan ? Mereka menjawab: Coba belah bulan, .."
Maka Rasulullah pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah agar menolongnya. Maka Allah memberitahu Muhammad agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Maka Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulat itu dengan sebenar-benarnya. Maka serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, "Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!" Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja "menyihir" orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada ditempat itu. Maka mereka pun pada menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Maka orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, "Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?"Mereka menjawab, "Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dansaling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali...!!!"
Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya:

اقتربت الساعة وانشق القمر، وإن يروا آية يعرضوا ويقولوا سحر مستمر، وكذبوا واتبعوا أهوائهم، وكل أمر مستقر ...

Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, "Ini adalah sihir yang terus-menerus", dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap ....sampai akhir surat Al-Qamar.

Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, "Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan??"

Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: Dipersilahkan dengan senang hati."
Daud Musa Pitkhok berkata, "Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna-makna Al-Qur'an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Qur'an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya:

Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah...
Maka aku pun bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal?? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu??? Maka, aku pun menghentikan dari membaca ayat-ayat selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah Yang Maha Tahu tentang tingkat keikhlasam hamba-Nya dalam pencarian kebenaran. Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi diantara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besardalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan. Presenter pun berkata, " Andai dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak berguna". Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, "Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik segi kedokteran, industri, dan pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia-sia, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.

Dan diantara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakiknya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget danberkata, "Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?" Mereka pun menjawab, "Tidak, ..!!! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun. Maka presenter itu pun bertanya, "Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya. Mereka menjawab, "Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!! Presenter pun bertanya, "Bagaimana kalian bisa yakin akanhal itu?" Mereka menjawab, "Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, "Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali".

Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, "Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, "Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin !!!! Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah ... Maka aku pun berguman, "Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur'an dan aku baca surat Al-Qamar, dan ... saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.

Minggu, Desember 07, 2008



A BEAUTIFUL PRAYER

I asked Allah to take away my habit.
Allah said, No.
It is not for me to take away, but for you to give it up.

I asked Allah to make my handicapped child whole.
Allah said, No.
His spirit is whole, his body is only temporary

I asked Allah to grant me patience.
Allah said, No.

Patience is a by-product of tribulations; it isn't granted, it is learned.

I asked Allah to give me happiness.
Allah said, No.
I give you blessings; Happiness is up to you.

I asked Allah to spare me pain.
Allah said, No.
Suffering draws you apart from worldly cares and brings you closer to me.

I asked Allah to make my spirit grow.
Allah said, No.
You must grow on your own! , but I will prune you to make you fruitful.

I asked Allah for all things that I might enjoy life.
Allah said, No. I will give you life, so that you may enjoy all things.


I ask Allah to help me LOVE others, as much as He loves me.
Allah said..., finally you have the idea.

THIS DAY IS YOURS. DON'T THROW IT AWAY
May Allah Bless You,
'To the world you might be one person, but to one person you just might be the world'

JUMMAH MUBARAK

ALLAH is NOT Arab Moon-God


Lies About "Allah" - From Christian Ph.D. Robert Morey
Allah is NOT Arab moon-god!

Quran proves - "Allah" is NOT a 'moon god':
"And from among His Signs are the night and the day, and the sun and the moon. Do not bow down (prostrate) to the sun nor to the moon, but only bow down (prostrate) to "Allah" Who created them, if you (really) worship Him." [Quran 41:37]

The Christian acquaintance who sent me a copy of Morey's booklet also sent me five questions related to this subject. I will attempt to answer them below:

Question 1: What is the significance of the crescent moon in Islam?
Answer: The Qur'ân answers this question before you asked it. Read this verse:
"They ask you about the new moons. Say: These are signs to mark fixed periods of time for mankind and for the pilgrimage". (Qur'ân 2:189).

Question 2: Why does Islam follow a lunar calendar?
Answer: In both the Bible and the Qur'ân religious festivals are regulated by the lunar calendar. Jews and Muslims have kept to these regulations which they believe to be from God. Why does Christianity follow a solar calendar?

Question 3: Why is the feast of Ramadan marked by the appearance of the crescent moon?
Answer: I think you mean the fast of Ramadan. God commanded Muslims in the Qur'ân to fast from dawn to sunset during the month called Ramadan (see Qur'ân 2:185, 187). The beginning and end of the month is determined by the crescent (2:189) based on the instruction of God's Messenger, on whom be peace.

Why this method and not another is not for us to say but for God and His Messenger to prescribe. However, I find it an efficient method. It is a universally applicable method, and it allows for Ramadan to move through all the seasons. This allows believers to have the pleasure of worshipping God by fasting in all the various seasons: one year in the summer, some years later in the winter.

Question 4: Why does the Quran place the Sabeans on the same level with Jews and Christians when scholars have clearly proven that the Sabeans were involved in the moon cult?
Answer: I am not aware that the Qur'ân has placed the Sabeans on the same level with Jews and Christians. Perhaps you have in mind the following verse:

Those who believe and those who are Jews and Christians and Sabians, whoever believes in "Allah" and the Last Day and do righteous good deeds shall have their reward with their Lord. On them shall be no fear, nor shall they grieve. (Qurpan 2:62; also 5:69).

This verse, however, does not place the Sabeans on the same level as the Jews and Christians except in a particular context. The verse speaks of four distinct communities, and offers all four the opportunity to fear not nor grieve if only they would believe in "Allah" and the Last Day and do right. The four communities are:
(a) the Believers (i.e., the Muslims)
(b) the Jews
(c) the Christians and
(d) the Sabeans.

While they are all offered the same opportunity for improvement, nothing, is said in this verse about the validity of the existing faiths of these four communities. Otherwise the Jews and Christians who are criticized in the Qur'ân for their deviations will not be placed on the same level with the believers. The matter becomes clear when you realise that believers here does not mean saved persons but those who ostensibly belong to the community of Muslims. They, as well as the other three groups, must do the following to be saved: believe in "Allah" , believe in the Last Day, and do right. Doing right, according to the Qur'ân, includes following every teaching of Muhammad.

Questions 5: Did the Meccans worship the true God since they recognized "Allah" ? Was "Allah" one of the gods of the Ka'bah? And if so, where did the Meccans derive the recognition and the name of "Allah" from?
Answer: First, "Allah" was not one of the 360 idols which were in the Ka'abah, although Morey has claimed this without evidence. When the Prophet Muhammad (pbuh) entered Meccah victorious he went into the Ka'abah and broke the idols therein.

Second, the word "Allah" has been used all along for the name of "God" in the Arabic Bible for Jews and Christians alike. The proof is easy to verify; simple go to any hotel or motel on the earth and look in the drawer next to the bed and take out the complimentary Bible, placed there by the Giddeons and then look on page 5 or 6 where they list the examples of translations they have made into other languages. The second example given is for Arabic speakers. The verse is from the Gospel of John, chapter 3, verse 16. Everyone knows this one; "For God so loved the world..." and the word in Arabic for "God" is "Allah." Then if you have a Bible in Arabic, look on page one in Genesis, and you will find the word "Allah" fourteen times.
Next, the word for "God" to the Arabs, ever since the time of Abraham, peace be upon him, has been "Allah" and He is to them, the Lord of the Ka'bah (the black box in the center of the Holy Sanctuary in Makkah). He was the unseen God whom they would call upon when in distress. Yes, they worshipped the true God but their worship was not purely for Him. They also worshipped other gods thinking that they would act as intermediaries between them and the true God Allah.

The Arabs know of Allah because Abraham visited Meccah and together with his son Ishmael laid the foundation of the Ka'abah. The descendants of Ishmael retained some of the worship rites and beliefs from Abraham. This included their knowledge of the true God Allah.

Elsewhere we have shown conclusively that the true god, "El" of the Bible is the same as "Allah" of the Quran.

Sabtu, Desember 06, 2008

Zero Mind Process


Ketika sebuah masalah atau peluang di hadapan mata, bersegeralah mengenali diri kita terlebih dahulu. Jangan tergesa mengeluarkan respon. Amati secara cermat diri Anda :
  1. Apakah Anda sering berprasangka negatif kepada orang lain? Jika ya, maka ubahlah sikap anda. Gantilah dengan prasangka-prasangka yang baik.
  2. Apakah Anda terpengaruh oleh prinsip-prinsip yang ada di lingkungan Anda? Hati-hati, kadang prinsip tersebut menyesatkan. Ingatlah, hanya prinsip yang berpedoman kepada Allah SWT sajalah yang patut dipegang.
  3. Periksalah pikiran Anda, apakah masih ada pengalaman-pengalaman yang mempengaruhi cara pandang Anda? Lupakanlah, mulailah dengan "zero mind" (kembali fitrah).
  4. Dalam pengambilan keputusan, apakah Anda terpengaruh oleh "vested interest" Anda? Dengarlah suara hati, berpikirlah melingkar (berpikir dengan mempertimbangkan berbagai aspek). Bijaksanalah. Tentukan prioritas, lalu sesuaikan dengan visi Anda.
  5. Jika melihat suatu permasalahan, lihatlah dari seluruh sisi sudut pandang. Jangan hanya dari satu sisi saja, namun berpikir melingkarlah.
  6. jangan membandingkan suatu hal lewat persepsi pikiran Anda sendiri. Cobalah keluar dari persepsi diri Anda itu. Lihatlah diri kita dari luar.
  7. Apabila Anda membaca literatur-literatur, ambillah sisi positifnya. Cobalah bandingkan dengan suara hati Anda. Jika sesuai, maka itulah yang disebut anggukan universal (kebenaran akan ketetapan Allah).
  8. Latihlah suara hati yang mendorong Anda berpikir jernih, lakukanlah dengan "repetitive magic power" (dzikir Asmaul Husna) dan ucapkanlah Subhanallah, sambil mengingat kesucian sifat Allah.
"Sungguh, Kami telah ciptakan manusia dan Kami tahu apa yang dibisikkan hatinya kepadanya. Kami lebih dekat kepadanya dari urat lehernya." (QS Qaaf 50:16).

Latihlah kecerdasan spiritual yang telah Anda miliki dnegan mengenali dan menggunakannya. Mulailah dari hal yang kecil darikebiasaan sehari-hari. Contoh sederhana :
  • Mungkin selama ini,setelah mandi, Anda gantungkan handuk dengan sembarangan, suara hati Anda akan bicara: "Rapikan dengan sempurna !" Ikutilah, itu adalah suara hati Sang Maha Teratur, Al Baari' (Sang Maha Menata Keteraturan).
  • Saat membuang karcis tol, mungkin Anda membuang dengan seenaknya, tetapi ada suara hati yang berbicara : "Jagalah kebersihan!" Ikutilah, itu adalah suara hati Sang Maha Bersih, Al Hafiidz (Yang Maha Menjaga).
  • Mungkin selama ini Anda sering berbohong, suara hati akan bicara, suara hati akan bicara: "Jujurlah!" Itu adalah suara Sang Maha Benar, Al Mu'izz (Yang Maha Membeningkan) dan Al Haqq (Yang Maha Benar).
  • Mungkin Anda memberikan sumbangan kepada orang yang tidak punya. Kemudian Anda merasa riya dan sombong. Tiba-tiba ada suara yang samar-samar berbicara: "Jangan mencari pujian!" Ingatlah, itu suara hati "hati-hati", Al Raaqiib (Sang Maha Pembaca Rahasia).
  • Anda baru saja membeli mobil baru, ada suara hati berbisik: "Jangan sombong!" Ingatlah, itu suara hati Sang Maha Kaya, Al Ghaniy (Sang Maha Kaya).
  • Anda sedang putus asa, tiba-tiba ada suara hati yang menyemangati: “Teruslah berusaha!” itu adalah suara hati Sang Maha Besar, Al Matiin (Yang Maha Menggenggam Kekuatan).
  • Anda sedang berusaha menciptakan produk baru, ada suara hati yang berseru: “Berkreasilah!” itu adalah suara hati Sang Maha Pencipta dan Al Haadii (Sang Maha Penguak Hidayah).
  • Anda melihat orang miskin yang sedang kelaparan, ada suara berbisik: “Bantulah!” itu adalah suara hati Sang Maha Penolong dan Ar Rahman (Sang Maha Pengasih).
  • Anda sedang malas dan tidak disiplin, ada suara hati yang lantang bertukas: “Disiplinlah!” itu adalah suara hati Sang Maha Teratur, Al Wakiil (Sang Maha Pemanggul Amanat).
  • Anda memiliki tujuan kecil, ada suara yang berkata: “Berpikirlah besar dan bercita-citalah tinggi!” itu adalah suara Sang Maha Besar, Ar Rasyid (Sang Maha Penabur Petunjuk).
  • Anda baru saja mendapat rezeki. Tiba-tiba ada suara halus yang berkata: “Ingatlah kepada orang lain!” Hati-hati, itu adalah suar hati Ar Razzaq (Sang Maha Penabur Rezeki) dan Al Wahhab (Sang Maha Penganugerah).
Teruslah berlatih hingga mata hati menjadi terbuka dan akhirnya mampu mendengar suara hati Anda dengan jelas. Lambat laun suara itu akan menjadi sehabat Anda, yang selalu memberi informasi maha penting. Namun tentu saja, dengan tidak melupakan sarana logis otak sebagai pengolah dan pengasuhnya. Seinergikan dengan hati-hati, kadang otak pun tidak selalu bebas polusi dan suci dari hama.
Selain itu, suara hati untuk adil dan bijaksana pun harus pula didengar.
  • Lakukan istighfar setiap hari memeriksa kesalahan diri (evaluasi diri).

  • Berdoalah dengan khusyuk. Ketika membersihkan wajah, basuhlah mata dan wajah dari pandangan-pandangan hina kemunafikan. Ketika membasuh tangan dan kaki, bersihkan diri dari dosa yang dilakukan oleh tangan dan kaki kita.

  • Pergilah haji dan lontarlah 7 belenggu jumrah di hati Anda.

    Sungguh, untuk neraka Jahanam Kami ciptakan kebanyakan jin dan manusia. Mereka mempunyai hati yang tiada dipergunakannya untuk mengerti. Mereka mempunyai mata yang tiada dipergunakannya untuk melihat. Dan mereka mempunyai telinga yang tiada dipergunakannya untuk mendengar. Mereka seperti binatang, bahkan mereka lebih sesat lagi. Merekalah orang-orang yang lali.” QS Al A’raaf (Tempat Yang Tinggi) 7:179


QS At Taubah 71-72

"Orang Mukminin dan Mukminat lindung melindungi satu sama lain. Mereka menganjurkan yang makruf dan melarang yang mungkar. Mereka mendirikan shalat, dan menunaikan zakat, serta mentaati Allah dan Rasul-Nya. Merekalah yang akan dirahmati Allah.Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
"Allah telah menjanjikan kaum Mukminin dan Mukminat surga-surga yang mengalir sungai-sungai didalamnya. Mereka tinggal didalamnya selama-lamanya, (Allah menjanjikan tempat) kediaman yang indah di surga-surga Adnin. Keridhaan Allah amat besar. Itulah kejayaan yang gemilang."

QS Asy Syams 1-15

"Demi matahari dan cahayanya di pagi hari.
Demi bulan bila ia mengiringi.
Demi siang bila ia menampakannya.
Demi malam bila ia menutupinya.
Demi langit serta pembinaannya.
Demi bumi serta penghamparannya.
Demi sukma dan penyempurnaannya,
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
Kaum Tsamud telah mendustakan (Rasulnya) karena mereka melampaui batas, ketika bangkit orang yang paling celaka diantara mereka, lalu Rasul Allah (shalih) berkata kepada mereka, "(Biarlah) Unta Betina Allah dan minumannya."
Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah meratakan mereka (dengan tanah), dan Allah tidak takut terhadap tindakan-Nya itu."